Tampilkan postingan dengan label kontekstual. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kontekstual. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Desember 2016

IJTIHAD : ANTARA TEKSTUAL DAN KONTEKSTUAL



Di kalangan masyarakat Jawa, AGAMA, berdasar pada praktek keseharian, sering diplesetkan menjadi “ageman” (pakaian). Sebagai pakaian tentu saja agama tergantung pada yang memakainya. Manakala dia suka dipakailah pakaian itu terus menerus. Sebaliknya jika dirasa sudah ketinggalan jaman boleh jadi pakaian itu dilepas dan disimpan di almari. Atau ketika udara panas pakaian itu dilepas untuk sementara dan digantungkan di dinding.
Karena agama diidentikkan dengan pakaian, tak heran jika di kalangan masyarakat mudah terjadi perpindahan agama. “Apa salahnya memakai baju U Can See kalau memang lagi mode”, begitu kurang lebih kata mereka. Disaat lain ia lepas “baju” agamanya karena berat menyandangnya, misalnya ketika diperintahkan zakat atau menyembelih qurban. Terkadang agama juga sangat diperlukan, misalnya untuk men-justifikasi keinginannya berpoligami.

About

Pages

Most Trending