Rabu, 29 April 2020

ISTIGHATSAH MENYINGKAP RUANG-RUANG SPIRITUAL



Kata istighâtsah berasal dan kata kerja lampau (Fi’il Madhi) غَاثَ, kata kerja sekarang/yang akan datang (Fiil mudhari’)يَغِثُ , asal kata (Masdar) غَيْثَا yang artinya adalah “hujan” seperti digunakan Allah Swt dalam al-Qur ân surah Yusuf [12]: 49, “Kemudian setelah itu akan datang tahun yang padanya manusia diberi hujan yang cukup dan di masa itu mereka memeras anggur”.

Di dalam al-Qur ân surah Luqman [31]: 34, Allah berfirman, “Sesungguhnya hanya Allah, yang mengetahui ilmu tentang hari kiamat; dan Dia-lah yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada di dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan terjadi besok. Dan tiada seorang pun yang dapat rnengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal yang batin serta yang dohir (Maha Mengenal).“

Dalam surah al-Hadîd [57]: 20, Allah Swt. memberikan perumpamaan terhadap ayat ini, “Seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkankan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur.”

Jumat, 31 Januari 2020

MA’RIFATUR RASUL : KENALI DAN CINTAI NABIMU


Buku ini merupakan cermin dan pancaran dari penghormatan dan kecintaan terhadap sosok Nabi yang mulia. Sepanjang serjarah kemanusiaan hanya beliau dan namanya yang paling banyak disebut-sebut dan tidak pernah jenuh dan bosan untuk mengulang-ulangnya. Banyak cara yang diekspresikan oleh pecintanya untuk mewujudkan cinta kepada kekasihnya yang bergelora dalam jiwanya.

Buku ini membahas mengenal Rasul, mulai dari siapa Muhammad itu? Kemudian nama-namanya dalam Al Quran, hadis, riwayat para sahabat, persamaan dan perbedaannya dengan rasul-rasul yang lain dan manusia biasa, keramahan dan kemuliaan, mukjizat, perjuangannya dan tantangannya, keteladanannya, akhlaqnya, dan lain-lain.

Yang paling utama ialah bagaimana kita dapat menjadikan Muhammad Saw sebagai suri teladan setelah kita mengenal dan berinteraksi dengan sejarah hidupnya. Semua orang akan setuju bahwa pribadi Muhammad, disamping Al Quran adalah fokus dan pusat kehidupan muslim. Ahli fenomenologi agama dan ahli psikologi akan menemukan bahwa Islam memberikan keteladanan yang sangat menarik tentang ketaatan yang disertai dengan rasa cinta dan kerinduan kepada Nabi Saw.

Sabtu, 11 Januari 2020

ULUMUL QURAN: STUDI PERKEMBANGAN ILMU-ILMU AL QURAN


Al-Qurân diturunkan oleh Allah Swt melalui wahyu yang diterima oleh Rasulullah saww adalah bahasa Arab yang mengandung minimal tiga fungsi:

1.    Bukti kebenaran Risâlah (Kerasulan) Muhammad saww. atas apa yang disampaikan oleh Muhammad saww dari Allah, yang dengan al-Qurân ini Nabi dapat mengalahkan musuh-musuhnya. Hal ini ditegaskan bahwa al-Qurân adalah mukjizat Nabi yang paling besar.

2.    Al-Qurân adalah al-Hudâ (Pedoman Hidup) bagi manusia yang menjamin tentang keselamatan manusia dunia akhirat, lahir batin, materil spiritual. Lebih-lebih apabila difahami 55 nama-nama al-Qurân yang sekaligus menjelaskan fungsinya, sebagai penjelasan dari inti al-Hudâ (petunjuk/al-Qurân).

3.    Al-Qurân sebagai wasîlah (perantara) ibadah ritual yang mendekatkan dan menghubungkan seseorang dengan Khaliqnya. Dengan membaca al-Qurân kita dapat berdialog dengan Allah Swt. secara langsung dengan bahasa Tuhan sendiri.

Jumat, 10 Januari 2020

METODE PRAKTIS MEMBACA DAN MENULIS AL QURÂN SISTEM 9 JAM


Buku ini disusun dari pengalaman mengajarkan Al-Qurân selama 18 tahun, baik di sekolah maupun di masyarakat, yaitu saat masih aktif di Kemenag Kota Bandung. Jauh sebelum ada “Metoda Iqra”, “Qiraati”, dll. Maksud kami menyusun buku pelajaran ini, yaitu untuk mengantar para peminat kepada kemampuan membaca Al-Qurân secara langsung dalam waktu yang singkat.

Metoda yang dipakai buku ini adalah mengenalkan huruf Hijaiyyah yang jumlahnya 30 itu tidak secara sekaligus, namun secara bertahap. Misal didalam ta’awud (اَعُوْ ذُ بِاللهِ) terdapat huruf-huruf apa saja. Pada akhir pelajaran santri/murid diajarkan membaca dua ayat ini (Qs. Al Fathu [48]: 29 dan Qs. Ali ‘Imran [3]: 154) dimana seluruh huruf yang sudah dikenal dan diajarkan dapat dibaca!

Nabi bersabda, “Dalam dua ayat diatas seluruh huruf Hijaiyah ada di dalamnya”.

Senin, 30 Desember 2019

RAMALAN PRABU JAYABAYA – Jilid 2


Siapa yang tidak kenal dengan ramalan Jayabaya ini: Jamane jaman edan, nek ora edan ora keduman. Artinya, zaman sekarang adalah zaman tidak karuan, yang tidak ikut-ikutan arus tidak akan mendapat bagian.

Menakutkan ya? Tentu! Berarti kalau kita tidak ikut-ikutan korupsi, karena sekarang sedang zaman korupsi, kita tidak akan pernah kaya?

Bukan begitu, karena Jayabaya melanjutkan: sak becik-becike uwong sing eling lan waspodo. Artinya, sebaik-baik orang adalah yang ingat (pada Allah atau ajaran agama) dan waspada dengan segala kondisi.

Ternyata yang lebih utama adalah yang tidak mengikuti arus begitu saja, ikut gila-gilaan, meskipun barangkali dianggap ketinggalan zaman.

Pada umumnya, para sarjana sepakat bahwa sumber Ramalan Prabu Jayabaya ini sebenarnya hanya satu, yakni Kitab Asrar (Musarar) karangan Sunan Giri Perapan (Sunan Giri ke-3) yang dikumpulkan pada tahun Saka 1540 = 1028 H = 1618 M. Setelah dilakukan penyempurnaan oleh para pujangga akhirnya kitab ini dikenal sebagai “Jangka Jayabaya” karena dibuat tatkala Prabu Jayabaya dari Kediri berkuasa tahun 1135-1157 M.

Jumat, 20 Desember 2019

DOA DAN DZIKIR DALAM AL QURAN


DEKATKAN DIRI PADA ALLAH DENGAN AYAT-AYAT MA’RIFATULLAH

Inti ibadah adalah doa, ad du'a muhhul 'ibadah. Semua tata cara ibadah dalam Islam, seperti shalat dan haji, berisi doa-doa dan dzikir. Untuk itu memahami dan menguasai berbagai doa dan dzikir sangat dianjurkan.

Dzikir adalah ibadah yang paling utama dalam Islam yang tidak dibatasi oleh waktu, tempat dan situasi, serta jumlah, demikian juga doa. Banyak ayat-ayat al-Qur ân dan Hadis yang mengungkapkan hal ini. Bahkan ingatnya Allah kepada kita tergantung kepada zikir kita sebagaimana ayat yang populer, “Zikirlah kepada-Ku niscaya Aku ingat kepada kalian.”

Senin, 16 Desember 2019

ASMAUL HUSNA SEBAGAI METODA MA’RIFATULLAH


Alhamdulillah, buku berjudul Asma-u Al Husna telah dapat kami persembahkan kepada umat Islam, khususnya jamaah Babussalam yang selama ini setia mengikuti ceramah dai-dai Babussalam. Rasulullah Saw. bersabda, bahwasanya siapa yang hafal Asma-u Al Husna dijamin masuk surga. Tentu saja bukan sekedar hafal seperti hafalnya anak SD, melainkan disertai pemahaman mendalam dan pengamalan akan makna nama-nama Allah tersebut.

Jangankan seluruh Asma-u Al Husna yang jumlahnya 99. Satu saja disebut nama Allah, misalkan Ar Rahman, dan kemudian dipahami secara mendalam serta diamalkan dalam kehidupan sehari-hari; niscaya akan mengantarkannya masuk surga. Ar Rahman artinya "sumber rahmat", sumber kasih sayang.

About

Pages

Most Trending