Selasa, 14 Februari 2017

MEMBUKA TUJUH PINTU SURGA MENUTUP TUJUH PINTU NERAKA

Ada beberapa kelompok manusia pada saat nanti kembali kepada Allah, Al Qur’ân menyebutkannya sebagai berikut :
Kelompok pertama disebut ashhâb al-maimanah atau ashhâb al-yamîn yaitu golongan kanan.
Kata ashhâb al-maimanah dapat kita temukan dua kali dalam satu ayat yaitu surah al-Waqi`ah [56]: 8. Sedang kata al-yamîn, kita temukan enam kali dalam lima ayat yaitu surah Waqi`ah [56]: 27. Dalam surah 56: 38, kita temukan dua kali. Surah 56: 90 satu kali, surah 56: 91 satu kali dan surah al-Muddatstsir [74]: 39 satu kali.
Kelompok kedua disebut ashhâb al-masy’amah atau ashhâb al-syimâl yaitu golongan kiri. Kata al-masy’amah dapat kita temukan tiga kali yaitu pada surah 56: 9 dua kali dan surah al-Balad [90]: 19 satu kali. Adapun istilah al-syimâl, kita temukan dua kali dalam satu ayat yaitu surah 56: 41.
Kelompok ketiga ialah al-sâbiqûn al-sabiqûn. Kita temukan empat kali istilah ini pada tiga ayat yaitu surah  [9]: 100, surah [23]: 61 dan surah [56]: 10 dua kali.
Berikut ini kita ungkapkan tafsir ayat tentang tiga kelompok tersebut secara global berdasarkan pandangan para mufassir.
Ukuran :        10,5 x 14,5 cm. (Edisi Fotocopy)
Tebal :           viii + 260 hal.
Harga :           Rp. 50.000,-


Untuk pemesanan hubungi: Abi Tami, HP. 081312322631, 08164203928, WA. 081312322631.

Minggu, 11 Desember 2016

IJTIHAD : ANTARA TEKSTUAL DAN KONTEKSTUAL



Di kalangan masyarakat Jawa, AGAMA, berdasar pada praktek keseharian, sering diplesetkan menjadi “ageman” (pakaian). Sebagai pakaian tentu saja agama tergantung pada yang memakainya. Manakala dia suka dipakailah pakaian itu terus menerus. Sebaliknya jika dirasa sudah ketinggalan jaman boleh jadi pakaian itu dilepas dan disimpan di almari. Atau ketika udara panas pakaian itu dilepas untuk sementara dan digantungkan di dinding.
Karena agama diidentikkan dengan pakaian, tak heran jika di kalangan masyarakat mudah terjadi perpindahan agama. “Apa salahnya memakai baju U Can See kalau memang lagi mode”, begitu kurang lebih kata mereka. Disaat lain ia lepas “baju” agamanya karena berat menyandangnya, misalnya ketika diperintahkan zakat atau menyembelih qurban. Terkadang agama juga sangat diperlukan, misalnya untuk men-justifikasi keinginannya berpoligami.

Rabu, 07 Desember 2016

MEMBANGUN RUMAH YANG DICINTAI ALLAH, DICINTAI OLEH RASUL DAN DICINTAI SELURUH MANUSIA



Alangkah bahagianya memiliki rumah yang dicintai Allah, dicintai RasulNya dan juga dicintai seluruh ummat manusia. Rumah tersebut akan dapat terwujud manakala didalamnya tinggal orang-orang atau keluarga yang senantiasa meningkatkan ketaqwaannya kepada Allah Swt.
Banyak sekali hal yang harus dilakukan agar rumah dan rumah tangga seorang muslim memenuhi kriteria tersebut. Ada penghargaan kepada sesama anggota keluarga, ada adab-adab yang harus dikembangkan, ada doa-doa di setiap kesempatan, ada semangat beribadah dan meningkatkan ilmu setiap saat dst. Namun yang paling penting dasar dari semuanya itu yaitu tegaknya akidah Islamiyah.
Kalau kita meneliti dan merenungkan al-Qur ân dan al-Hadîts, teristimewa yang berhubungan dengan Akidah dan Keimanan, maka kita akan menemukan dan memperoleh saripati ajaran Islam pada kalimah yang terkenal dengan Syahadatain atau Dua Kalimah Syahadat. Banyak sekali hadis-hadis nabi yang mengungkap dan mengarahkan kearah itu, mulai dari Ma’rifatullâh, dan Ma’rifat al-Rasûl yang puncaknya Syahadatain.

Kamis, 24 November 2016

AT TA'QIBAT - Doa-Doa Harian dan Doa-Doa Ba'da Shalat



Salah satu ciri syariat Islam adalah dzikir. Kedudukan ahli dzikir disejajarkan dengan laki-laki dan perempuan yang beriman, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatan, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, dan laki-laki serta perempuan yang bersedekah dst.
Laki-laki dan wanita yang banyak melakukan dzikirullah. Allah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besarQS. Al Ahzab (33): 35.

Didalam riwayat disebutkan bahwa seseorang datang kepada Nabi dengan nada mengeluh, "Ya Rasul Allah, syariat Islam itu banyak, telah memberatkan kami, tunjukanlah satu pintu, dengannya itu kami dapat memperoleh semuanya!”. Rasul Saw. menjawab, "Basahi lidahmu dengan dzikir kepada Allah Swt".

Kamis, 10 November 2016

BAHAYA TAKFIRI (MENGKAFIRKAN SESAMA UMMAT ISLAM)



Fenomena “Takfir” (mengkafirkan orang Islam) itu bukanlah fenomena baru. Praktek takfir telah ada sejak zaman ulama salaf dulu. Hanya saja, masalahnya sekarang adalah banyak di kalangan pelajar atau penuntut ilmu yang terlalu cepat mengkafirkan saudara muslim lainnya, tanpa perhitungan.
Dalam istilah syar’i disebut dengan “Al-Ghuluw fi Al-Takfiir” [الغلو في التكفير], terlalu terburu-buru dan tergesa-gesa (mengkafirkan orang lain) hanya karena berbeda pandangan dalam beberapa hal syariah. Atau, mungkin sebagian menganggap sesuatu itu adalah perkara ushuli (fundamental) sedang yang lainnya tidak mengatakan demikian.

Senin, 07 November 2016

PILIHANKU: JALAN LURUS MENUJU MAKRIFULLAH DALAM PERSPEKTIF AL-QURÂN DAN AL-HADÎTS


Buku ini saya susun setelah beberapa tahun menyampaikan Paket-Paket Perbandingan Mazhab Fikhi, jamaah banyak bertanya-tanya, baik langsung maupun lewat SMS atau dialog-dialog lewat RRI dan Kulliah Makrifatullah lewat TV, pak Kiyai itu pilihan mazhabnya apa? Apakah Kiyai itu Syiah, Sunni atau Khawarij atau ‘Ibadiyah? Apakah Kiyai itu pengikut mazhab Ja’far al-Shâdiq, pengikut mazhab Abu Hanifah, pengikut mazhab Imam Malik, pengikut mazhab Syafi’i atau pengikut mazhab Imam Ahmad bin Hanbal? Atau tanpa mazhab, atau mazhab Ukhuwah?

Sebagai Muballigh, yang sering dikaitkan dengan nama Ulama atau Kiyai karena memimpin Lembaga Pendidikan Pondok Pesantren, bukan saja di Bandung, tetapi juga di beberapa daerah di Indonesia, maka fitnah sangat banyak sekali datang bertubi-tubi tidak henti-hentinya, lebih-lebih ketika menjadi anggota DPR RI 1999 s/d 2004, dan mampu membangun Pondok Pesantren di Aceh, Nias, Solok Selatan, Parung Kuda Sukabumi, Kabupaten Kepulauan Selayar Sulawesi Selatan dan di Kabupaten Wakatobi Sulawesi Tenggara.

KHURUJ MENGUNJUNGI TEMPAT BERSEJARAH UMMAT ISLAM DI MESIR, SUDAN, SURIAH DAN IRAN

Khuruj mengunjungi tempat-tempat bersejarah Islam yang banyak dilakukan umat Islam beberapa tahun terakhir ini, minimal didorong oleh dua hal,
1.    Melonjaknya jumlah calon jamaah haji di tanah air melebihi kuota yang ditetapkan pemerintah Arab Saudi. Hal ini menyebabkan orang-orang yang pernah pergi haji mengalihkan ziarahnya untuk umrah dan dilanjutkan dengan mengunjungi tempat-tempat bersejarah Islam tersebut.
       Bahkan akhir-akhir ini ketika jamaah umrah pun membludak, ditambah dengan adanya renovasi Masjidil Haram, maka banyak yang menyediakan paket mengunjungi tempat-tempat ziarah ini tanpa disertai umrah.
2.    "Huru-hara" dalam negeri pemerintah Amerika Serikat yang berbuntut dihentikannya untuk sementara pemberian visa, menyebabkan orang-orang yang hendak berlibur ke negeri Paman Sam mengalihkan obyek liburannya.

About

Pages

Most Trending